AUFKLARUNG FOR ALL
Silahkan ketik berita yang anda inginkan di kolom ini.

Selamat Datang di Aufklarung For All "Pencerahan Untuk Semua".

Informasi yang ada dalam blog ini semata-mata sebagai bentuk penyampaian uneg-uneg dan aspirasi. Semoga bisa menambah pengetahuan kita dan memberikan inspirasi kepada siapa pun yang membaca blog ini. Tulisan tidak akan lekang oleh waktu, satu goresan pena akan mampu merubah dunia bila kita menyadarinya. Semoga bermanfaat!

Tampilkan postingan dengan label Artikel Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2016

ANATOMI TEORI SOSIAL HERBERT BLUMER (1900-1987)



A.    Konteks Sosial
Interaksi simbollik pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dalam lingkup sosiologi, sebenarnya ide ini telah dikemukakan oleh George Herbert Mead (guru Blumer) yang kemudian dimodifikai oleh Blumer untuk tujuan tertentu. Karakteristik dasar ide ini adalah suatu hubungan yang terjadi secara alami antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarakat dengan individu. Interaksi yang terjadi antar individu berkembang melalui simbol-simbol yang mereka ciptakan. Realitas sosial merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi pada beberapa individu dalam masyarakat. Interaksi yang dilakukan antar individu itu berlangsung secara sadar dan berkaitan dengan gerak tubuh, vokal, suara, dan ekspresi tubuh, yang kesemuanya itu mempunyai maksud dan disebut dengan “simbol”. Pendekatan interaksi simbolik yang dimaksud Blumer mengacu pada tiga premis utama, yaitu:
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Kamis, 19 Juni 2014

Bedah Teori: Hans Georg Gadamer


1.      Konteks Sosial
 Latar kehidupan Gadamer yang hidup di Jerman yang kala itu berada pada titik balik, dimana teknologi menjadi dewa dan keyakinan seluruh umat manusia sangat mempengaruhi kehidupan dan pemikirannya. Apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Jerman pada saat itu adalah kemajuan dan kemakmuran dalam segala bidang, yang berkaitan dengan ilmu eksak. Ditambah lagi pada tahun 1929 dimana Nazi berkuasa juga menambah dan mempengaruhi pemikirannya. Namun, Gadamer tidak terpengaruh pada Nazisme, dan ia tidak aktif berpolitik selama Reich Ketiga, Gadamer pun tidak bergabung dengan Nazi.
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Senin, 25 Februari 2013

Manfaat Drastis Berhenti Merokok

SuaraMerdeka.com 
 image
BERHENTI merokok memberi manfaat, bahkan pada mereka yang terbiasa merokok hingga usia senja. Seakan tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, bahkan setelah Anda berusia 50 tahun.
Melepaskan kebiasaan merokok mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke lebih dari 40% hanya dalam waktu lima tahun. Penelitian terbaru menunjukkan, berhenti merokok di usia pertengahan atau setelahnya masih memiliki manfaat yang...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Kamis, 04 Oktober 2012

Belajar dari Sejarah (Kilas balik Tragedi G 30 S/PKI)


Oleh : W. Aryo Suseno

Tanggal 30 September 1965, 47 tahun yang lalu telah terjadi tragedi nasional, yang menjadi catatan sejarah kelam bangsa Indonesia. Tanggal 30 September 1965 tepatnya, enam jenderal Angkatan Darat gugur terbunuh oleh usaha kup yang sampai kini belum kita ketahui secara jelas, siapa yang paling bertanggung jawab mendalangi peristiwa keji ini. PKI adalah pihak yang selama ini dinyatakan bersalah sebagai pelaku kup yang bisa dikatakan gagal ini. Namun...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

PENERAPAN SKS DI SMA, SIAPKAH?


Oleh: Wiyanto, S.Pd*

Perkembangan pendidikan kini tidak lagi dipandang sebelah mata, selain peningkatan kualitas guru dengan tuntutan guru wajib memiliki sertifikasi pendidik sebelum tahun 2014, saat ini juga banyak sekolah yang melaksanakan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pada akhirnya nanti menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Kendati saat ini keberadaan RSBI menjadi pro kontra di kalangan masyarakat dan saat ini juga menunggu keputusan akhir dari Mahkamah Konstitusi tentang ...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Pendidikan Karakter, Pemerintah Jangan Hanya Berteori

Okezone.com JAKARTA - Sejak diluncurkan enam tahun lalu, program pendidikan karakter yang diusung pemerintah belum juga menampakkan hasil. Salah satu buktinya, tawuran pelajar kian merajalela.
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rohmani menegaskan, konsep pendidikan karakter yang digadang-gadang pemerintah masih sebatas....
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Meneliti Peran Kodam

 Oleh: Asvi Warman  Adam

DAVID T Johnson (1976) memaparkan enam skenario yang bisa dijalankan Ame-rika Serikat menghadapi situasi memanas di Indonesia menjelang 1965, yaitu, pertama; membiarkan, kedua; membujuk Soekarno mengubah kebijakan, ketiga; menyingkir-kan Soekarno, keempat; mendorong Ang-katan Darat mengambil alih kekuasaan, ke-lima; merusak kekuatan PKI, keenam; merekayasa kehancuran PKI, sekaligus kejatuhan Soekarno.

Ternyata....
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Kurikulum Berbasis Kebingungan

 Oleh: Fitrotul Barokah

"Masyarakat hanya punya keinginan sederhana terhadap kurikulum baru, yakni anak mereka lebih mudah mengikuti pelajaran"
TAHUN 2013 merupakan tahun penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum tahun 2006 akan diubah, dalam terma pemerintah supaya lebih enak didengar: disesuaikan dengan perkembangan zaman. Rencana itu merupakan hajatan besar bagi guru. Sama halnya pada awal pemberlakuan kurikulum baru sebelumnya, guru sibuk aka...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Senin, 01 Oktober 2012

Urgensi Kurikulum Pendidikan Humanis

Oleh: Moh Yamin

Banjamasin Post. Konflik antarsiswa yang berujung tawuran dan jatuhnya korban kerap muncul di banyak sekolah negeri ini. Tidak peduli, apakah sekolah tersebut berstatus negeri maupun swasta.

Itulah yang terjadi kepada pelajar SMA 6 vs SMA 70, Bulungan, Jakarta Selatan (24/9/12). Biasanya konflik tersebut muncul disebabkan perbedaan pendapat antara siswa, adanya kelompok (geng) di setiap sekolah atau karena memiliki ego masing-masing sehingga tidak ada yang mau mengalah demi menghindari konflik dan....
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Kamis, 06 Oktober 2011

Ada Apa Dengan Indonesia



Apakah kita masih percaya pada cerita pewayangan? Dimana dalam setiap jalan ceritanya selalu ada babak goro-goro? apakah kita percaya apa yang terjadi pada bangsa Indonesia akhir-akhir ini merupakan bagian dari goro-goro itu? Inikah yang dinamakan jaman kalabendu? Jaman dimana terjadi serba ketidak-aturan, jaman yang tidak lagi memiliki arah, yang benar disalahkan dan yang salah malah diagung-agungkan.
Haruskah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang (para kyai dan pemuka agama) sementara mereka sendiri bingung dengan kejadian demi kejadian yang terjadi. Lantas kepada siapa lagi kita harus bertanya dan apakah kita masih percaya bahwa setelah adegan goro-goro tersebut akan datang sebuah masa tentram, aman, damai dan sejahtera?
Sejak 26 Desember 2004, bangsa Indonesia sepertinya
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Rabu, 05 Oktober 2011

Tayangan Televisi Kita

Kemajuan teknologi membuat semua informasi yang ada disekitar kita bahkan di belahan dunia lain dengan cepat sampai di telinga kita. Bukan karena kita menginginkannya akan tetapi persaingan penyajian berita antar stasiun televisilah yang mengharuskan kita mau ataupun tidak mau mengetahuinya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? jawabannya jelas, inilah konsekuensi dari kemajuan teknologi dan informasi. Dalam waktu sekejap kita bisa mengakses berbagai macam berita baik yang bisa membangkitkan semangat hidup kita ataupun yang bisa menjatuhkan semangat kita dalam waktu sekejap. Begitu pula popularitas seseorang, media informasi menjadikan banyak orang yang sindrome akan...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Hubungan Antara Nilai Sosial, Norma Sosial, dan Interaksi Sosial


Di dalam kehidupan sosial berkembang beberapa sistem nilai. Secara garis besar sistem nilai tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
(1) sistem nilai yang berhubungan dengan benar dan salah yang disebut dengan logika, 
(2) sistem nilai yang berhubungan dengan baik dan buruk atau pantas dan tidak pantas yang disebut dengan etika, dan 
(3) sistem nilai yang berhubungan dengan indah dan tidak indah yang disebut dengan estetika.
Nilai-nilai sosial sangat erat kaitannya dengan...
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Nilai dan Norma Dalam Kehidupan Masyarakat


A. PENDAHULUAN

Sejak manusia dilahirkan hingga hari akhir dari kehidupannya di dunia sesungguhnya tidak pernah lepas dari proses belajar, yakni belajar untuk menjadi mausia seutuhnya. Agar menjadi manusia seutuhnya seseorang harus mempelajari dirinya sendiri yang memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki sifat-sifat unik yang membedakan dengan orang lain, mempelajari kehidupan kemasyarakatan lengkap dengan sistem nilai dan sistem norma yang berlaku, mempelajari lingkungan secara luas sehingga
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Perkembangan Ilmu Sosiologi (lanjutan)

Sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat. Dengan demikian, dinamika sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan industrialisasi, sangat berpengaruh bagi perkembangan ilmu sosiologi. Sudah barang tentu dinamika sosial serta akibat-akibat yang ditimbulkan, baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif, akan selalu menarik perhatian bagi kalangan sosiolog.
Beberapa persoalan seperti munculnya kelas-kelas sosial, berkembangnya kriminalitas, berkembangnya urbanisasi, berkembangnya kemiskinan, dan lain sebagainya mendapat perhatian secara serius oleh para sosiolog melalui kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan secara terus menerus seperti
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Sosiologi Sebagai Metode (lanjutan)

A. Sosiologi Sebagai Metode
Selain sebagai ilmu, sosiologi juga merupakan metode, dengan demikian sosiologi setidaknya harus mencakup pengetahuan dasar tentang:
1. Kedudukan dan peran sosial individu dalam keluarga, kelompok sosial, dan masyarakat,
2. Nilai-nilai dan norma-norma sosial yang mendasari dan sekaligus mempengaruhi sikap dan perilaku hubungan-hubungan sosial dalam
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Sosiologi Sebagai Ilmu Yang Mempelajari Perilaku Sosial


A. Sosiologi Sebagai Ilmu Dan Metode
Sejak dilahirkan di dunia, manusia memiliki naluri untuk memperhatikan manusia lain yang ada di sekitarnya. Lingkungan pertama yang menjadi perhatian adalah keluarganya, yang terdiri dari kedua orang tua, saudara, dan mungkin juga orang lain yang telah dianggap menjadi bagian dari keluarga yang bersangkutan. Selanjutnya manusia juga memperhatikan lingkungan lain yang lebih luas, seperti karib kerabat, tetangga, kawan sepermainan, dan seterusnya. Perhatian tersebut pada awalnya bersifat naluriah saja, oleh karena sejak dilahirkan manusia memiliki hasrat yang kuat untuk senantiasa hidup bersama dengan sesama manusia. Perhatian yang bersifat naluriah tersebut mula-mula hanya merupakan pengetahuan belaka, kemudian secara lambat laun tersusun secara sistematis. Dalam perkembangan selanjutnya,
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Jumat, 08 April 2011

JK: DPR Ngotot Bangun Gedung, Berbahaya

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat tetap melanjutkan pembangunan gedung baru. Keputusan itu diambil dalam rapat konsultasi antara pimpinan dewan, pimpinan fraksi, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Sekretaris Jenderal DPR.

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan keputusan DPR yang ‘ngotot’ membangun gedung bernilai sekitar Rp1,16 triliun itu berbahaya untuk keuangan negara.

“Persiden kan sudah mengatakan keuangan negara ini sekarang kita harus hati-hati,” kata Jusuf Kalla dalam peluncuran buku ‘Sofjan Wanandi Aktivis Sejati’ di Jakarta, Kamis 7 April 2011 malam.

Menurut Kalla, berdasarkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta jajaran pemerintah pusat hingga daerah melakukan efisiensi keuangan, menandakan keuangan negara sedang dalam keadaan kurang baik. Sehingga, jika pembangunan gedung DPR yang menelan anggaran cukup besar itu dipaksakan, keuangan negara akan terganggu. “Jadi, kalau ada suatu pertimbangan bahwa keadaan negara begini, kalau membangun yang lux (mewah) kan berbahaya,” kata dia.

Kalla sendiri mengaku berulangkali telah menyuarakan untuk mengevaluasi ulang pembangunan gedung baru itu. Karena, lanjut Kalla, jika anggaran pembangunan gedung baru DPR itu bisa dikurangi, maka sisanya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat yang lebih mendesak. “Biaya pembangunan gedung yang mahal akan mengurangi alokasi yang lain, apalagi dengan tingginya subsidi,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, pembangunan gedung baru DPR yang menelan biaya sekitar Rp1,16 triliun memicu kontroversi. Pasalnya, pembangunan gedung itu terlalu mewah dan mahal. Terlebih, untuk membangun satu ruang kerja dari 560 anggota dewan, dibutuhkan biaya sebesar Rp800 juta. Namun, akhirnya DPR tetap saja memutuskan untuk tetap membangun gedung baru tersebut di tengah kontroversi yang muncul. (eh)
• VIVAnews Klik Untuk Baca Selengkapnya

Senin, 04 Oktober 2010

Tafsir Keliru Misi Suci Teroris

  • Oleh Ismatillah A Nu’ad
KAPOLRI Jenderal Bambang Hendarso Danuri telah menegaskah keterkaitan antara perampokan bersenjata di Bank CIMB Niaga Medan pada Ramadan lalu dan penyerbuan sekelompok teroris di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatra Utara yang menewaskan tiga polisi jaga. Kelompok teroris di Indonesia, menurut analis kini telah mengubah strategi, misalnya, dari soal pendanaan yang semula terkait Al Qaedah kini mencari dana sendiri dengan cara merampok dan seterusnya. Bagi kelompok teroris, merampok adalah tindakan absah yang dilegalisasi ”agama”, karena menurut mereka itu sama dengan istilah rampasan perang (ghanimah) dan sejenisnya.  

Nama baru pun muncul, setelah Densus 88 menewaskan teroris kakap seperti... Klik Untuk Baca Selengkapnya

Uji Kelayakan Hari Kesaktian

  • Oleh Andy Suryadi
TANGGAL 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sebagai simbol kemenangan Pancasila atas ancaman kudeta yang (menurut versi Orba) didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Rentetan peristiwa yang terjadi sejak 30 September 1965 tersebut meminta banyak korban, termasuk para perwira tinggi AD yang akhirnya dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi. Berbagai intrik yang melibatkan Soekarno, TNI AD, dengan PKI sebenarnya sudah menggejala sejak Pemilu 1955, dengan kata lain apa yang terjadi tahun 1965 tersebut merupakan ledakan dari intrik-intrik politik sebelumnya. 

Setelah lengsernya Soeharto, gugatan atas....
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Jumat, 19 Februari 2010

HELM Harus SNI, Mengapa?


Pemerintah khususnya Kementrian Perindustrian berencana melakukan standarisasi helm yang beredar di Indonesia lewat Standar Nasional Indonesia (SNI). Aturan tertulisnya sesuai peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008. Apa yang jadi masalah?
Kalau dilihat dari satu sisi baiknya, peraturan ini ingin menegaskan sisi keamanan dari peranti pelindung batok kepala ini. Yap sasarannya helm cetok dan helm-helm kualitas abal-abal yang dijamin tidak akan bisa melindungi kepala anda dari benturan. Sisi keamanannya sudah jelas, kalau ada standarisasi helm-helm yang beredar (diharapkan) bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal, bukan helm asal jadi. Standar Nasional Indonesia (SNI) soal helm sudah diteken sejak 2007. SNI soal helm motor ini nomornya SNI 1811-2007

Pemerintah berharap dengan adanya SNI para pengguna helm dapat terjamin keselamatannya karena... terjaminnya mutu helm. Selain itu juga dengan adanya SNI ini mendorong para produsen helm dalam negeri untuk memproduksi helm dengan mutu yang bagus dan dapat bersaing dengan mutu helm yang diproduksi negara lain. Alasan lain adanya SNI agar....
Klik Untuk Baca Selengkapnya

Beasiswa Pascasarjana

http://www.beasiswapascasarjana.com/2012/03/beasiswa-s2-guru-kepsek-dan-pengawas.html

Kemdikbud

Informasi tentang pendidikan, seputar Beasiswa dan perkembangan pendidikan di Indonesia

Detik.com

Apa Anda Termasuk orang yang cerdas?

Bila anda merasa sebagai bagian orang-orang yang cerdas, apa yang akan anda lakukan dengan kecerdasan anda tersebut?
Apakah akan anda gunakan kecerdasan anda tersebut untuk kebaikan umat manusia, atau hanya untuk anda sendiri atau malah untuk mencelakai manusia lainnya?
Silahkan kirimkan koment anda! Pro ataupun kontra, akan kami tampung sebagaimana kami menghargai kecerdasan sebagai sebuah misteri yang akan selalu ada di dunia ini.

Post Populer

About This Blog

Blog ini dibuat dengan kesengajaan, memang di rekayasa sedemikian rupa dengan tujuan membuat para pembaca tertarik, ikut memberikan sumbangan pemikiran demi kemajuan bersama.
Segala macam isi yang ada dalam tiap halaman blog ini diluar tanggungjawab admin.
Author menerima kritik dan masukan demi perbaikan blog ini.
Selamat berselancar

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP